| |
Kegiatan
|
Pandangan HATTI Seputar Amblesnya Jl. RE. Martadinata |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Sekretariat Hatti
|
|
Saturday, 09 October 2010 |
| Beberapa waktu yang lalu, telah terjadi kasus jalan longsor / ambles yakni JL. RE. Martadinata, Ancol Jakarta Utara. Kasus ini telah menghebohkan masyakarat, longsornya JL. Martadinata yang menjadi perbincangan banyak kalangan, baik di media masa, media cetak dan masyarakat khususnya Jakarta. Hal ini karena banyaknya para pengamat yang menyampaikan padangan sesuai dengan bidang masing-masing yang akhirnya meresahkan masyarakat khususnya tentang ramalan Jakarta Akan Tenggelam. Kasus jalan longsor yang menyebabkan terputusnya jalur transportasi Gunung Sahari menuju Pelabuhan Tanjung Proik ini, sebelum Pengurus HATTI mengadakan diskusi secara resmi, yakni pada tanggal 22 September 2010 dalam acara Halal bi Halal Pengurus HATTI, | telah diadakan diskusi melalui
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
yang merupakan forum diskusi resmi milik HATTI yang dikelola oleh Ir. Hendra Jitno, MSCE, Ph.D. Dalam forum dunia maya ini, banyak anggota HATTI yang merupakan pakar dibidang penanganan tanah longsor dan pondasi khususnya pondasi di tanah lunak, baik untuk pondasi gedung, jalan, jembatan, pelabuhan, DAM dll seperti halnya jenis tanah lunak di daerah Ancol, menyarankan agar Pengurus HATTI melakukan langkah kongkret berupa menyampaikan pandangan HATTI ke pihak terkait yakni Kantor Menteri PU. Gayung pun bersambut, sehari sebelum diskusi, HATTI mendapatkan data-data dari Bintek PU hasil sondir, bor dll. Hasil diskusi, disepakati HATTI akan menyampaikan pandangannya ke Kementrian PU. Jum’at, 24 September 2010, BPH HATTI diterima Wakil Menteri Pekerjaan Umum RI dikantornya untuk menyampaikan pandangannya yang mana sehari sebelumnya TIM BPH ini telah melihat langsung lokasi longsornya jl. RE Martadinata. Dan pada hari Selasa tanggal 28 September 2010, HATTI mendapat kesempatan untuk memberikan pandangannya tentang kejadiaan RE Martadinata dan masalah penurunan (land subsidence) di Jakarta di hadapan beberapa media massa, seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Karya, Warta Kota, Antara, dll. Beberapa link dibawah ini, mudah-mudahan dapat memberi sedikit pencerahan terhadap masyarakat, meskipun barangkali hanya sedikit saja. http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/09/171462/38/5/Terlalu_Berlebihan_Kekhawatiran_Jakarta_bakal_Tenggelam http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/28/17350630/RE.Martadinata.Bukan.Ambles..lalu.Apa. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/28/1807593/Apa.Betul.RE.Martadinata.Kasus.Lokal.. http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/29/06271389/Jakarta.Perlu.Ubah.Manajemen.Air-14 http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=262836 http://www.antara-sumbar.com/id/berita/nasional/d/0/127472/hatti-minta-tidak-khawatirkan-dampak-pembangunan.html http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/353572/36/ | |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 11 October 2010 )
|
|
|
Surat Izin Pelaku Teknis Bangunan (SIPTB) Geoteknik |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Sekretariat Hatti
|
|
Sunday, 29 June 2008 |
Di Jakarta, lewat Peraturan Gubernur No. 132 tahun 2007, telah diberlakukan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) subbidang Geoteknik. Dalam Peraturan Gubernur tersebut dinyatakan bahwa Struktur Bangunan terdiri dari subbidang Struktur dan Geoteknik. Berdasarkan Peraturan Gubernur tersebut, terdapat pula turunan Peraturan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta Nomor 50 tahun 2007, yang menguraikan secara lebih rinci bagaimana IPTB tersebut dijalankan, yaitu bahwa setiap perencanaan struktur gedung bertingkat delapan atau lebih harus dilakukan oleh seorang perencana yang memiliki Surat IPTB, dimana untuk perencanaan fondasi dan masalah geoteknik harus ditangani oleh seseorang yang memegang IPTB Perencana Geoteknik golongan A. Untuk memperoleh IPTB Perencana Geoteknik, salah satu persyaratannya adalah mendapat rekomendasi dari Asosiasi Profesi Geoteknik dalam hal ini Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), yaitu merupakan Asosiasi Profesi Nasional yang mewakili Indonesia dalam Asosiasi Profesi Internasional Geoteknik (International Society for Soil Mechanics and Geotechnical Engineering).  Gubernur DKI Jakarta Bapak Dr. Ing. H. Fauzi Bowo Dalam rangka sosialisasi skema baru dalam IPTB ini, maka pada tanggal 13 Desember yang lalu telah dilangsungkan suatu ”Penyuluhan Kepada Anggota Asosiasi Profesi tentang Bangunan Tahan Gempa di Provinsi DKI Jakarta” yang diselenggarakan oleh Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dilangsungkan di Gedung Jakarta Design Center (JDC), dimana para undangan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang terkait dengan pembangunan struktur gedung, seperti developer, konsultan dan sejumlah anggota Asosiasi Profesi, termasuk anggota HATTI. Acara ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, beliau berkenan pula menyampaikan pandangannya yang menarik tentang perlunya perencanaan yang lebih matang pada gedung bertingkat banyak di Jakarta terutama untuk mengantisipasi bahaya gempa, dimana keahlian geoteknik mutlak dibutuhkan. Sebagai tanda mulai berlakunya IPTB Geoteknik, Bapak Gubernur telah menyerahkan Surat Izin Pelaku Teknis Bangunan (SIPTB) kepada 4 orang Anggota HATTI, yaitu : - Prof. Dr. Ir. A. Aziz Djayaputra, MSCE,
- Ir. F.X.Toha, MSCE., Ph.D,
- Ir. Bigman M. Hutapea, MSc. Ph.D, dan
- Ir. I Wayan Sengara, MSCE, Ph.D
Dalam kesempatan itu juga, Bapak Gubernur telah bersedia pula untuk diangkat sebagai Anggota Kehormatan HATTI dengan pemberian piagam anggota yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum HATTI, Ir. Bigman M. Hutapea, MSc., Ph.D.
Dalam acara penyuluhan tanggal 13 Desember tersebut, untuk memberikan pandangan tentang aspek-aspek penting yang perlu dipertimbangkan menghadapi bahaya kegempaan, telah pula ditampilkan beberapa pembicara yang mumpuni dalam bidangnya, yaitu: Ir. F.X. Toha, MSCE, Ph.D dan Ir. I Wayan Sengara, MSCE, Ph.D, untuk masalah Geoteknik, Ir. Hermawan Wishnu Wardhana, MSE untuk masalah Struktur, serta Ir. Bigman M. Hutapea, MSc, Ph.D tentang cara memperoleh IPTB Geoteknik dengan rekomendasi HATTI dan terakhir dari P2B yang mengupas tentang pentingnya SIPTB yang disampaikan oleh Ir. Widyo Wiyono, MSi. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 28 February 2010 )
|
|
|
Short Course Soil-Structure Interaction 2007 |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Sekretariat Hatti
|
|
Monday, 03 March 2008 |
|
Kegiatan HATTI yang terbesar tahun ini adalah mengadakan Short Course Soil-Structure Interaction dan Kongres/Musyawarah Nasional. Keseluruhan kegiatan ini telah terlaksana dengan baik sejak tanggal 17-19 Oktober 2007. Short Course Soil-Structure Interaction (SSI) merupakan kerjasama HATTI dengan ISSMGE, telah dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 17 dan 18 Oktober 2007 di Hotel Borobudur Jakarta. Acara ini menampilkan 3 orang pembicara dari ISSMGE, yaitu: - Prof. Pedro Sêco e Pinto, Presiden ISSMGE saat ini, beliau berasal dari Portugal.
- Prof. Madhira Madhav, Vice-President for Asia ISSMGE, dari India.
- Dr. Constantin Shashkin,Core Member of ISSMGE Technical Committees (TC38) for Soil-Structure Interaction, dari Rusia
Dari Indonesia menampilkan pakar HATTI yang sudah tidak asing lagi, yaitu : - Ir. Masyhur Irsyam, MSCE, Ph.D (ITB)
- Ir. I Wayan Sengara, MSCE, Ph.D (ITB)
- Ir. FX. Toha, MSCE, Ph.D (ITB)
Short Course SSI dihadiri oleh peserta yang jumlahnya berkisar 150 orang, yang datang dari berbagai kalangan, yang tidak saja dari keahlian geoteknik tetapi juga dari keahlian struktur. Para peserta cukup terkesan dengan penampilan para pembicara, yang terlihat dari kurangnya waktu yang tersedia untuk menampung banyak pertanyaan maupun komentar dari para peserta, terutama dari Prof. Pedro yang mengetengahkan topik Eurocode, yang terasa sangat dibutuhkan di Indonesia untuk mengembangkan sendiri codenya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 28 February 2010 )
|
|
|
|